“New Normal” untuk Dunia Konstruksi?

“New Normal” untuk Dunia Konstruksi?

Saat ini hampir semua negara terjangkit virus Corona yang sudah menyebar semenjak awal 2020. Banyak sektor ekonomi yang mengalami kerugian dan melakukan pengurangan karyawan. Namun, di sisi lain Sektor bisnis Konstruksi tetap harus melanjutkan Pelaksanaan Proyeknya.

Pada hari biasa, Proyek Konstruksi bekerja hampir 24 jam sehari untuk mengejar jadwal yang sudah ditetapkan di dalam kontrak. Pekerja yang bekerja berat dan overtime di waktu-waktu tertentu sehingga imunitas menurun, sangat beresiko terkena virus Covid-19.

Di Indonesia, Proyek-Proyek Strategis Nasional tetap bekerja sesuai dengan jadwalnya, walaupun saat ini pun banyak terkendala, terutama terkait untuk mendatangkan pekerja dari luar daerah. 

Mayoritas daerah di Indonesia menerapkan aturan yang sangat ketat terkait keluar masuknya orang. Pekerja yang masuk suatu daerah harus melakukan karantina 14 hari. 

Kontraktorlah yang bertanggung jawab terhadap kelancaran proyek dan Kesehatan seluruh pekerja. Kontraktor pun harus memastikan bahwa setiap pekerja yang berada di area Proyek dalam keadaan sehat.

Lalu bagaimana penerapan Protokol Covid-19 pada Proyek Konstruksi?

Beberapa hal yang bisa diterapkan untuk Proyek Konstruksi, antara lain :

  • Social Distancing. Sosial Distancing — antar pekerja harus berjarak 1-2 meter. Pemantauan oleh Tim HSE secara periodik , dilakukan patrol pada setiap jam operasional. Penjadwalan (shifting), dilakukan shifting agar setiap shift tidak bertemu shift yang lain. Setiap shift pekerja pun ditempatkan dalam asrama yang sama dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19 di dalam Mess Pekerja. Dan memastikan setiap pekerja mengajukan ijin apabila meninggalkan area Mess Pekerja / area Proyek. Rapat — sebisa mungkin dilakukan secara online. Apabila ada hal-hal urgent, bisa dilakukan on the spot, di area terbuka, dengan tetap memperhatikan protocol Kesehatan.
  • Site logistics. Transportasi Barang yang masuk dalam lingkungan proyek yang harus mengikuti Protokol covid-19. Antara lain setiap material yang datang harus disemprot desinfektan. Setiap pengantar barang harus menggunakan APD Covid-19.
  • Kebijakan HSE. Adanya kebijakan HSE yang mengatur terkait jalannya operasional Proyek. Memastikan bahwa setiap karyawan dan pekerja Proyek dalam kondisi sehat. Terkait kondisi seperti apa Proyek tetap bisa berjalan, dan kebijakan Lockdown apabila ada salah satu karyawan / pekerja yang terindikasi positif Covid-19.
  • Job Safety Analysis (JSA). Pembuatan Job Safety Analysis (JSA) untuk setiap pekerjaan harus menyertakan analisa terhadap risiko penyebaran Covid-19. Analisa secara detail yang harus dilakukan untuk pekerjaan yang membutuhkan tenaga manusia, seperti pada pekerjaan Pengecoran,
  • Sosialisasi Terhadap Pekerja. Sosialisasi dan pemberian edukasi terhadap pekerja yang biasanya dilaksanakan setiap memulai pekerjaan. Dan pemasangan rambu-rambu di area kerja yang mudah dipahami seluruh pekerja Proyek. Melatih pekerja untuk menggunakan Masker, Face Shield, dan sarung tangan dengan benar. Lakukan Toolbox Talks dan Safety meeting secara singkat, dan tetap menjaga jarak aman.
  • Penggunaan  Alat Pelindung Diri (APD). Selain APD yang biasa digunakan di Proyek, maka setiap pekerja Proyek harus menggunakan Masker, Face Shield (jika diperlukan) dan Sarung Tangan (jika diperlukan). Dan juga penyediaan alat bantu pernafasan darurat, sebagai antisipasi apabila ada pekerja yang mengalami sesak nafas.
  • Sanitasi dan Kebersihan. Disediakannya Tempat cuci tangan dan area sterilisasi pekerja setiap memasuki dan keluar dari area proyek. Termasuk adanya jadwal kebersihan penyemprotan setiap benda yang sering disentuh. Bersihkan area toilet umum beberapa jam sekali dan dilakukan penyemprotan desinfektan.
  • Peralatan Kerja. Setiap peralatan yang digunakan secara Bersama-sama (termasuk alat dan kendaraan) harus didesinfeksi sebelum dan setelah setiap penggunaan. Pengguna alat atau kendaraan harus mencuci atau membersihkan tangan mereka sebelum dan sesudah digunakan.

Dengan diterapkannya Protokol Kesehatan yang ketat di area Proyek, diharapkan agar proyek dapat berjalan lancar, dan seluruh Kesehatan karyawan tetap terjaga.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih.

Leave a Reply